Berhubung baru pindah ke Bandung 3 bulan dan baru nempatin rumah baru juga, aku awalnya sepakat untuk tidak pulang kampung dengan suami. Tapi rencana itu langsung buyar setelah kemaren adik bungsuku Latifa nelpon dan merengek-rengek minta kami pulang. Bukan Tifa aja sih, mama, papa, nenek dan keluarga besarku yang lain juga minta kami pulang. Dilemaaa banget sebenarnya. Karena kami mau ngirit sedangkan biaya untuk mudik itu ngga murah kan, apalagi tiket pesawatnya. Akhirnya, kami mulai browsing harga tiket pesawat. Alhamdulillah nemu yang murah (sekitar 441rb Jakarta-Padang), tapi itu utk minggu-minggu pertama Ramadhan. Ya udah, akhirnya mutusin pulang tanggal 8 Agustus karena bertepatan dengan hari Ultahnya papaku, jadi sekalian mau ngasih surprise gitu. Aku pulang bertiga dengan suami dan adikku yang ketiga, Ipat.
Malam sebelum berangkat kami masak banyak karena pulangnya dadakan dan kami sudah terlanjur beli stok bahan masakan dalam jumlah banyak dalam kulkas. Jadinya supaya tidak busuk dan mubazir, akhirnya kami masak semua untuk sahur.
Tapiiii.. tadaaaaa, sahurnya hampiiir aja kelewat gara-gara kecape'an masak. Hiihihi.. Untungnya bangun 5 menit sebelum azan subuh. Jadilah makannya buru-buru daaan masakannya ngga habis. Huhuhu.. Tapi tenaaang.. adikku Siti kan masih di Bandung sampai tanggal 18, jadi mudah-mudahan dia bisa ngabisin sisa makanan yg udah terlanjur dimasak ini. Hahaha..
Mandi buru-buru dan Alhamdulillah sampai ke full bus Bandung - Bandara Soekarno-Hatta (Primajasa) tepat waktu dan sampai di bandara pun tepat waktu.
Tapi ada satu pengalaman yang sangat menegangkan. Kami pulang dengan pesawat Lion. Awalnya penerbangan mulus dan cuaca bagus. Eh, pas udah 30 menit di udara, tiba-tiba dateng cuaca buruk dong. Pesawatnya goyang-goyang kayak orang mabok. Gilaa.. aku dan adikku ketakutan banget dan begitupun dengan penumpang lain. Untungnya ketakutan jadi berkurang setelah ditenangkan sama suamiku dan menggenggam erat tanganku. Duileee puasa euuyy! hahaha... Seumur-umur, ini deh kayaknya pengalaman naik pesawat yang paling menegangkan. Tapi Alhamdulillah lagi, kami sampai di bandara Minangkabau dengan selamat. Terimakasih ya Allah atas nikmat umur yang telah engkau berikan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar